Bahaya Makan Makanan Cepat Saji
Citizen News

Semakin banyak makanan cepat saji yang Anda konsumsi, semakin kecil kemungkinan Anda mendapatkan nutrisi penting yang bergantung pada tubuh Anda. Daripada penasaran, berikut adalah empat efek samping yang didapat karena terlalu banyak makan junk food, dilansir NDTV, Senin (8/1/2018).
Menyebabkan penurunan daya ingat
Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2011 menunjukkan, orang sehat yang konsumsi makanan cepat saji bisa mengalami penurunan daya ingat, sering badmood dan masalah lainnya yang terkait gangguan mental. Kandungan nutrisi yang sedikit dapat menyebabkan reaksi kimia tertentu yang menyebabkan peradangan di daerah hippocampus otak, yang dikaitkan dengan penurunan memori.
Meningkatkan risiko demensia
Ada temuan yang menunjukkan bahwa junk food menyebabkan risiko demensia. Insulin diproduksi di pankreas dan membantu pengangkutan glukosa untuk memberi bahan bakar pada tubuh. Insulin juga diproduksi di otak dimana membantu dalam membawa sinyal antara sel saraf. Sebuah studi yang dilakukan di Brown University menunjukkan, orang yang terlalu banyak makanan berlemak dapat meningkatkan kadar insulin.
Mengendalikan nafsu makan
Kelebihan konsumsi lemak trans yang ditemukan pada makanan gorengan dan olahan bisa mempersulit otak berpikir dengan normal. Padahal fungsi otak yang sehat memerlukan asam lemak esensial seperti omega-6 dan omega-3. Kekurangan kedua zat itu meningkatkan risiko gangguan demensia dan gangguan bipolar dan masalah terkait otak lainnya.
Sebabkan depresi
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak justru mengubah aktivitas kimia otak. Makan junk food terlalu sering awalnya stres juga bisa sebabkan depresi lama-lama. Hal ini bisa mengganggu aktivitas harian yang biasa dilakukan.
Menyebabkan penurunan daya ingat
Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2011 menunjukkan, orang sehat yang konsumsi makanan cepat saji bisa mengalami penurunan daya ingat, sering badmood dan masalah lainnya yang terkait gangguan mental. Kandungan nutrisi yang sedikit dapat menyebabkan reaksi kimia tertentu yang menyebabkan peradangan di daerah hippocampus otak, yang dikaitkan dengan penurunan memori.
Meningkatkan risiko demensia
Ada temuan yang menunjukkan bahwa junk food menyebabkan risiko demensia. Insulin diproduksi di pankreas dan membantu pengangkutan glukosa untuk memberi bahan bakar pada tubuh. Insulin juga diproduksi di otak dimana membantu dalam membawa sinyal antara sel saraf. Sebuah studi yang dilakukan di Brown University menunjukkan, orang yang terlalu banyak makanan berlemak dapat meningkatkan kadar insulin.
Mengendalikan nafsu makan
Kelebihan konsumsi lemak trans yang ditemukan pada makanan gorengan dan olahan bisa mempersulit otak berpikir dengan normal. Padahal fungsi otak yang sehat memerlukan asam lemak esensial seperti omega-6 dan omega-3. Kekurangan kedua zat itu meningkatkan risiko gangguan demensia dan gangguan bipolar dan masalah terkait otak lainnya.
Sebabkan depresi
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak justru mengubah aktivitas kimia otak. Makan junk food terlalu sering awalnya stres juga bisa sebabkan depresi lama-lama. Hal ini bisa mengganggu aktivitas harian yang biasa dilakukan.